Beberapa hari yang lalu ketika aku pulang sekolah, ada orang-orang yang aneh. Aku sangat bingung kenapa ada aja orang yang kaya gitu. Orang melihat dari luar bahwa dia orang baik-baik. Tetapi, terlalu banyak orang salah menilai, kebanyakan orang menilai dari luar.
Aku mengalami hingga 2 orang yang aneh, yaitu berikut :
PERTAMA, hari kamis 3 oktober aku bersama temanku, M. Farhan Nur Fathurrahman (Nur) pulang naik angkot D.01 tujuan Ciputat. Waktu di jalan ada 2 orang masuk ke angkot, satu pake peci, dan satu lagi bawa satu tas yang tidak kecil dan tidak besar. Akhirnya, Nur ditanya sama orang yang pake peci
"Kamu Hobinya main bola ya ?" tanya orang berpeci,
"Iya." jawab Nur,
"Coba liat kakinya." pinta orang berpeci. Orang berpeci itu sekarang memegang dengkul Nur.
"Kakinya bagus, sering-sering olahraga biar betisnya gede." lanjut orang berpeci itu.
Di dekat terowongan menuju terminal lebakbulus orang berpeci itu menegorku,
"Kalo dia hobinya main bola, kamu apa?" tanya orang berpeci
"Sama." jawabku
"Coba liat kakinya." pinta orang berpeci.
"Bagus nih kakinya, tapi kalo main voli pergelangan tangannya harus kuat." ujarnya
"Saran saya jauhi rokok, terus kalo ada temen ngajak tawuran kamu tolak aja." lanjut orang yang berpeci
"Sebentar deh." dia meminta tangan kiri dan kaki kiriku untuk dia pegang. Aku hanya bisa menurutinya. Sementara, di kantong celana kiriku ada hp, dan aku melihat temannya menimpa tangannya(tangannya berada di bawah tas itu), aku merasa tangannya meraba kantongku. Secara reflek, aku menarik tangan kiri dan kaki kiriku, dan menggagalkan pencurian itu.
KEDUA, sehari setelah kejadian pertama, aku mengalami hal yang aneh juga. Setelah sholat jum'at aku pulang ke rumah. Seperti biasa, dari sekolah naik D.01 dilanjutkan S.10 dan jalan dari kompas ke rumah. Karena panas, aku memakai topi saat jalan. Di Kompas aku melihat tiga anak SMA sedang naik motor, dan akupun curiga. Aku tetap jalan, dan tidak menghiraukannnya. Aku tidak menyadari karena mereka berhenti beberapa meter dibelakangku. Tiba-tiba, topi yang ada di kepalaku diambil oleh salah satu diantara mereka. Sontak aku menengok ke belakang, dan berusaha untuk melihat nomor plat motor mereka. Akan tetapi, satu orang menutupi nomor platnya.
Pertanyaanku adalah, mau jadi apa bangsa ini di masa depan ?
NME
Tidak ada komentar:
Posting Komentar